IJ BLOG - Banyak orang keliru memahami istilah LOCKDOWN. Orang membayangkan lockdown sebagai situasi krisis yang akan menimbulkan kerusuhan model 98 lalu.
"Padahal tidak seperti itu"
Lockdown yang pertama kali harusnya diambil adalah menutup kota Jakarta sedikitnya selama 2 minggu dari kendaraan umum berpenumpang banyak seperti: kereta, pesawat, bus dan kapal.
Sarana tempat berkumpul orang banyak yang tidak esensial diliburkan, sedangkan yang esensial diberlakukan penjarakan sosial (bukan dari kata penjara, tapi jarak. Pen-jarak-an, red), atau social distancing.
Lalu lintas dengan kendaraan pribadi dibatasi, orang Jakarta tidak boleh mudik kalau tidak, mereka bisa saja secara tidak sengaja membunuh orang tua mereka di kampung.
Perkara mudik ini yang paling sulit, karena China dan Italia gagal melakukan tindakan containment alias pencegahan karena masalah ini. Makanya mereka akhirnya melakukan national lockdown.
Penulis : Dr. Widya Eka Nugraha, M.Si. Med
(Medical doctor at Medika Dramaga Hospital, Bogor)
"Padahal tidak seperti itu"
Lockdown yang pertama kali harusnya diambil adalah menutup kota Jakarta sedikitnya selama 2 minggu dari kendaraan umum berpenumpang banyak seperti: kereta, pesawat, bus dan kapal.
Sarana tempat berkumpul orang banyak yang tidak esensial diliburkan, sedangkan yang esensial diberlakukan penjarakan sosial (bukan dari kata penjara, tapi jarak. Pen-jarak-an, red), atau social distancing.
Lalu lintas dengan kendaraan pribadi dibatasi, orang Jakarta tidak boleh mudik kalau tidak, mereka bisa saja secara tidak sengaja membunuh orang tua mereka di kampung.
Perkara mudik ini yang paling sulit, karena China dan Italia gagal melakukan tindakan containment alias pencegahan karena masalah ini. Makanya mereka akhirnya melakukan national lockdown.
Penulis : Dr. Widya Eka Nugraha, M.Si. Med
(Medical doctor at Medika Dramaga Hospital, Bogor)





