(sumber foto : facebook)
Kabar
dipindahkannya Ibukota Negara Republik Indonesia telah menjadi perbincangan
hangat selama beberapa minggu bahkan beberapa bulan belakangan ini. Banyak yang
menjadi pertimbangan yang membuat Ibukota Negara harus pindah dari Jakarta.
Masalah seperti kemacetan, banjir, penurunan air muka tanah, laju urbanisasi
dan kurangnya pasokan air bersih di Kota Jakarta menjadi faktor pertimbangan
utama rencana dipindahkannya Ibukota Negara ini.
Presiden
Joko Widodo memang tidak main-main akan rencananya tersebut. Jokowi bahkan
sudah melakukan survey di sejumlah daerah di Pulau Kalimantan. Kunjungan
tersebut dilakukan sebagai bukti keseriusan pemerintah akan pencarian Ibukota
Negara yang baru.
Sepertinya
Pulau Kalimantan adalah kandidat terkuat untuk Ibukota Negara yang baru. Walaupun
belum diketahui secara jelas lokasinya. Pulau Kalimantan memenuhi persyaratan
yang telah ditentukan oleh pemerintah. Berikut 5 kriteria persyaratan yang
dipenuhi Pulau Kalimantan sebagai Calon Ibukota Baru :
1.
Letak geografis Pulau Kalimantan berada tepat di tengah-tengah dari Luas
Indonesia secara menyeluruh.
2.
Pulau Kalimantan memiliki lahan kosong yang masih luas.
3.
Pulau Kalimantan merupakan daerah yang cukup aman akan bencana gempa bumi dari
daerah Indonesia yang lainnya.
4.
Kota-kota yang ada di Pulau Kalimantan sudah termaksud kota yang maju dan
berkembang, seperti Kota Samarinda dan Kota Balikpapan. Yang memiliki Bandara
Internasional, Pelabuhan Internasional dan juga terdapat Jalan Tol.
5.
Pulau Kalimantan merupakan daerah terbuka bagi pendatang baru. Jadi dapat
meminimalisir konflik akibat laju urbanisasi yang akan terjadi di kemudian
hari.
Rencana
pemindahan Ibukota Negara ini mendapat berbagai komentar oleh kalangan
masyarakat, ada yang bersifat positif yang mendukung penuh rencana pemerintah
tersebut dan ada pula komentar negatif karena merupakan pemborosan anggaran
atau takut hutang negara bertambah karena rencana ini.
Yang
menjadi kekhawatiran penulis adalah Bagaimana mengenai nasib hutan yang ada di
Pulau Kalimantan? Akankah menghijau atau sebaliknya? Bagaimana juga tentang
nasib Satwa liar? Akankah tetap lestari atau malah menjadi Punah? Patut kita
pertanyakan.
Pulau
Kalimantan merupakan pulau dengan hutan terluas di Indonesia dan menjadi
paru-paru bagi dunia. Hutan di Kalimantan sudah mengalami deforestasi setiap
tahunnya baik untuk pertambangan ataupun lahan perkebunan sawit dan luasannya
pun kian menyusut. Dengan terpilihnya salah satu daerah di Pulau Kalimantan
nanti sebagai Ibukota Negara baru, sebaiknya pembangunan pusat ibukota
dilakukan dengan memperhatikan faktor lingkungan dan benar-benar di daerah yang
strategis tanpa merusak ataupun menggerus hutan dan satwanya.
Seperti
cuitan penyanyi legendaris Iwan Fals di akun twitter pribadinya, Iwan Fals
mengatakan “Pindah Ibu Kota tapi gak ngerusak hutan, itu baru kereeeeeen...,”
(sumber foto : twitter)
Penulis
sepaham dengan maksud dan tujuan dari cuitan Penyanyi Legendaris tersebut.
Harapan
penulis (yang kebetulan adalah seorang mahasiswa kehutanan) terhadap dipindahnya
Ibukota Negara ke salah satu daerah di Pulau Kalimantan yaitu sebagai berikut :
1. Diharapkan dapat meningkatkan laju pertumbuhan ekonomi Indonesia karena tidak hanya berpusat
di Pulau Jawa dan juga mendorong terjadinya investasi dan perdangan antar
provinsi bahkan antar negara.
2.
Menggali potensi wisata dan kebudayaan yang ada di Pulau Kalimantan kepada dunia. Dengan begitu, akan banyak keuntungan yang bisa didapatkan salah satunya seperti terbantunya perekonomian masyarakat lokal, karena dengan memaksimalkan potensi wisata dan budayanya akan banyak wisatawan lokal bahkan wisatawan mancanegara yang akan berkunjung dan tentunya Indonesia mendapat tambahan devisa.
3. Membuka lowongan pekerjaan diberbagai bidang untuk mengurangi jumlah pengangguran di
Indonesia.
4.
Hutan di Pulau Kalimantan di harapkan dapat hijau kembali, Karena kontrol
dan pengawasan langsung dari pusat pemerintahan. Kita tahu sendiri bahwa Indonesia dikenal dengan sebutan Zamrud Khatulistiwa karena sebagai pemilik hutan terluas nomor 3 di Dunia. Untuk itu kepedulian pemerintah akan hutan perlu ditingkatkan lagi.
5.
Satwa liar terancam punah seperti orangutan, bekantan dan pesut mahakam lebih
di perhatikan lagi dan dilakukan rehabilitasi tingkat tinggi untuk menjaga
satwa dari kepunahan.
6. Dapat menjadi Ibukota Idaman dengan memadukan infrastuktur modern dan tata kota dengan nuansa green city, agar dapat menciptakan udara kota yang sejuk, bebas polusi, bebas sampah, bebas macet dan juga bebas banjir.
7. Sektor pertahanan harus ditingkatkan lagi, mengingat jika Ibukota dipindahkan ke Kalimantan maka akan berbatasan secara langsung dengan negara Malaysia dan Brunei Darussalam.
8. Ibukota Baru artinya adalah wajah baru, semoga permasalahan seperti korupsi, hukum yang tak adil dan berbagai masalah negara lainnya dapat musnah dalam lembaran baru ini.
Sekian artikel dari saya, Mari sama-sama kita dukung dan awasi rencana perpindahan Ibukota ini, guna menjadikan Negara Indonesia Maju dan Tangguh.
Mention:
@KementerianPPN/Bappenas
Hastag:
#Bappenas
#IbuKotaBaru
#Bappenas
6. Dapat menjadi Ibukota Idaman dengan memadukan infrastuktur modern dan tata kota dengan nuansa green city, agar dapat menciptakan udara kota yang sejuk, bebas polusi, bebas sampah, bebas macet dan juga bebas banjir.
7. Sektor pertahanan harus ditingkatkan lagi, mengingat jika Ibukota dipindahkan ke Kalimantan maka akan berbatasan secara langsung dengan negara Malaysia dan Brunei Darussalam.
8. Ibukota Baru artinya adalah wajah baru, semoga permasalahan seperti korupsi, hukum yang tak adil dan berbagai masalah negara lainnya dapat musnah dalam lembaran baru ini.
Sekian artikel dari saya, Mari sama-sama kita dukung dan awasi rencana perpindahan Ibukota ini, guna menjadikan Negara Indonesia Maju dan Tangguh.
Mention:
@KementerianPPN/Bappenas
Hastag:
#Bappenas
#IbuKotaBaru
#Bappenas





